Sabtu, 02 Februari 2019

7 Fakta Bahagia Bagi Penulis

     
Mau bahagia? Gampang! Rajin-rajinlah menulis.
      Bahagia pertama saat menghasilkan sebuah tulisan adalah ketika tulisan kita ada yang membaca tentunya.
      Kedua, ketika tulisan kita ada yang membaca dan mengomentari  
      Ketiga, ketika kita tahu jumlah pengunjung/pembaca tulisan kita semakin banyak (kalau nulisnya di blog).
      Keempat, ketika tulisan kita mampu diterbitkan jadi sebuah buku. Bahagia yang nomor 4 ini menjadi puncak kebahagiaan seorang penulis, terutama penulis pemula.
      Mau tahu bahagia yang nomor 5? Bahagia nomor lima adalah ketika buku kita banyak yang membeli alias laris. Ini adalah pelengkap kebahagiaan nomor sebelumnya. Menerima banyak order di sosmed dan sibuk membungkus buku dan mengirimkan ke jasa pengiriman adalah kesibukan yang mengasyikan. Apalagi kalau menerima notifikasi di internet banking ada transfer pembayaran buku. Wah.. rasanya mak Nyus! Tak bisa dipungkiri, setelah kebahagiaan batin terpenuhi dengan terbitnya buku, kebahagiann materi mengikuti, walaupun bukan tujuan utama terutama bagi penulis.
      Bahagia selanjutnya yaitu bahagia nomor 6, apa yah? Oh iya, ketika cover buku di upload di sosial media oleh para pembeli/pembaca buku. Wuiih! Sungguh melambung rasanya ketika melihat Facebook isinya postingan cover buku karyaku dan dikomentari macam-macam. 'Keren bukunya, loh." "Ditunggu buku berikutnya", "Sungguh buku yang cocok buat bacaan keluarga" dan lain sebagainya. Betapa hati seorang penulis saat itu sedang dalam keadaan yang tak bisa diekspresikan.
      Apakah masih ada kebahagiaan yang lain? Pastinya ada. Ketika isi buku kita tidak hanya sekedar dibaca tapi diresensi/direview oleh pembaca dan dimuat di Surat Kabar. Masyaallah! Ini sungguh menggembirakan. Apalagi resensinya lebih banyak memuji isi bukunya...semakin buat penulis melambung saja. Dan ini tentunya yang membuat penulis kecanduan untuk menulis dan menerbitkan buku selanjutnya.
      Tapi ada kebahagiaan yang paling hakiki dari seorang penulis yaitu ketika apa yang sudah dituliskan di buku itu mampu menjadikan manfaat dan kebaikan bagi orang lain. Itu mungkin kebahagiaan level tertingginya. 
 Makanya, banyak-banyaklah menulis dan jadikan buku! Pasti bahagia! Insyaallah.
Previous Post
Next Post

An English teacher of SMA Puhua Purwokerto who wants to share every moment in life.

0 comments: