Senin, 25 Februari 2019

Mimpi-mimpi Kecil dan Seribu Kemarau











   Ada beberapa alasan mengapa penulis menuliskan kisah yang merupakan perjalanan hidup seseorang yang terangkum dalam catatan ‘Mimpi-mimpi Kecil dan Seribu Kemarau’ ini. Pertama karena penulis berpikir bahwa setiap orang punya cerita dalam kehidupannya. Dan mengapa cerita itu menjadi penting untuk dikisahkan, jawabannya sederhana saja, karena ada keinginan yang kuat untuk berbagi. Berbagi cerita untuk dikenang, berbagi rasa untuk dirasakan, berbagi pengalaman untuk dijadikan pelajaran, dan berbagi kebahagiaan jika ada bahagia di sana.
     Kedua, tentunya support yang luar biasa dari semua anggota keluarga dan pembaca setia kisah yang sudah diunggah ke dalam blog besar guru se-Indonesia ‘Gurusiana‘ serta pembaca lain di sosial media. ‘Kisah ini akan menjadikan buku memoriam yang luar biasa jika dibukukan.’ Begitu salah satu komentar pembaca di blog tersebut dan terus terang sangat menggelitik penulis untuk segera membukukan kisah-kisah kecil yang sudah diupload di blog tersebut.
     Penulis yakin bahwa tidak selamanya kehidupan seseorang itu akan berjalan statis atau bahkan terseok-seok tak ada akhir. Bahwa seekor ulat menjikikan mengalami beberapa fase penderitaan untuk bisa berubah menjadi kupu-kupu yang indah. Kehidupan merupakan sebuah metamorfosa yang diharapkan mampu menciptakan suatu perubahan seperti yang diharapkan.
     Penulis mencoba untuk mengangkat sebuah kisah nyata tentang kehidupan seseorang yang mungkin juga pernah dialami oleh orang lain. Setidaknya ada hal-hal sederhana yang ingin penulis sampaikan yang mungkin bisa menjadi pelajaran berharga dalam menghadapi up and down sebuah kehidupan.
Kisah yang berasal dari true story ini akan menunjukan pada pembaca bahwa betapa berharganya arti sebuah pendidikan yang diinginkan untuk orang-orang tercinta bagi tokoh ‘Suryo’ yang tidak serta merta mampu untuk ditempuhnya. Bergulirnya sang waktu yang begitu lambat dan diwarnai dengan berbagai rasa, bitter- sweet untuk mencapai sebuah titik kebahagiaan baik dalam menuntut ilmu maupun dalam berkarya .
Akhirnya, dengan segala kerendahan hati, penulis mengucapkan terimakasih yang sangat mendalam untuk orang-orang yang telah mendukung untuk diterbitkannya novel true story ‘Kemarau Kemarin’ ini baik keluarga besar penulis sendiri; istri dan anak-anak, maupun pembaca setia blog guru, baik yang secara langsung memberikan apresiasi berupa komentar-komentar atau memberikan doa terbaiknya untuk penulis. Dan juga semua pembaca kisah ini melalui sosial media.
     Terimakasih yang sebesar-besarnya juga buat Mas Brili Agung Zaky Pradika, the owner of Inspirator Academy yang sudah memberikan support luar biasa untuk penerbitan novel true story ini.

Previous Post
Next Post

An English teacher of SMA Puhua Purwokerto who wants to share every moment in life.

0 comments: