Minggu, 16 Oktober 2022

Children's Imagination

 “The imagination is the golden pathway to everywhere.”

- Terence McKenna

 

Dunia imajinasi anak memang tanpa batas. Apa saja yang dilihatnya akan menjadikan inspirasinya. Kalau bisa dia menjadi seperti idolanya. Normalnya, anak-anak akan berperilaku seperti apapun yang dilihatnya. Children see children do.

Sebagian orang tua akan berusaha untuk memenuhi kebutuhan anaknya. Bahkan tidak sedikit orang tua yang mengikuti trend anaknya yang sedang bertumbuh itu. Mereka rela untuk mengeluarkan kocek cukup banyak untuk keperluan ini. Kalau bukan mereka ingin membuat anaknya bertumbuh kembang sesuai usianya, bisa jadi karena di masa kecilnya dulu, keinginan mereka tidak terpenuhi, dan akan memenuhinya ketika memiliki anaknya sendiri. Namun ada juga yang khawatir terhadap anaknya yang setiap harinya hanya berimajinasi dan sulit untuk mulai belajar.

Orang tua tidak perlu khawatir dengan imajinasi anak-anak yang kadang tampak berlebihan. Seperti dikutip dari sebuah blog discoverybuildingset.com  bahwa imagination is the capability to create in one's own mind what does not exist. The imagination comes first and is necessary for creativity but not the other way around. Menurutnya, Sumber kreatifitas anak berasal dari imajinasinya.

Sebagai seorang ayah, saya tidak mengkhawatirkan si kecil untuk berekpresi dalam imajinasinya selama itu tidak membahayakan dirinya dan mugkin juga temannya.

Dan saya tidak perlu buru-buru mengajarkan dia pada hal-hal rumit seperti belajar calistung di usianya yang masih lima tahun. Biarkan dia enjoy dengan main perang-perangan, atau melakukan role play apapun. Karena hal ini lah yang menurut saya yang akan membuatnya menjadi anak kreatif.

Saya membiarkan anak-anak bermain secara total. Anak-anak perlu menghabiskan masa kanak-kanaknya dengan tuntas. Saya tidak mau terlalu dini mengajarkan hal-hal yang rumit seperti hitungan, hafalan, maupun kemampuan-kemampuan lain terlalu dini. Karena saya meyakini, ketika dia sudah puas dengan masa kanak-kanaknya dan sesuai porsinya, maka ketika memasuki usia dewasa, dia akan mendapatkan yang dia butuhkan. Termasuk menentukan cita-citanya sendiri.

Previous Post
Next Post

An English teacher of SMA Puhua Purwokerto who wants to share every moment in life.

0 comments: