Sabtu, 13 November 2021

Refleksi : Professional Development - Profil Pembelajar Pancasila





Professional Development Kamis, 11 November dengan Mr. Yohanes Tri Tjahyaadi memberikan hal baru khususnya bagi peningkatan pembelajaran abad 21, sebagai kelanjutan Professional Development yang dibawakan oleh Ms. Novi bulan lalu. 

Banyak hal yang disampaikan dengan cukup gambalang oleh Mr. Yo, panggilan akrabnya pada saat presentasi materi tentang survey karakter atau yang sekarang kita sebut Profil Pembelajar Pancasila dengan gaya presentasi yang kocak namun tetap memberikan yang terbaik dalam presentasinya.

Mr. Yo menyampaikan bahwa dulu kita mengenal istilah Pengembangan Pendidikan Karakter (PPK) dan sekarang istilah tersebut berkembang menjadi Profil Pembelajar Pancasil yang memuat 6 poin penting yaitu:

1. Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia. Yaitu pembelajar yang memiliki akhlak ketuhanan Yang Maha Esa, menjalankan ibadah sesuai agamanya dan berahlak baik kepada sesama manusia dan juga alam semesta.

2. Berkebinekaan Global. Pelajar Pancasila yang berkebinekaan global yaitu pelajar yang tetap menjunjung tinggi budaya luhur bangsa namun tetap mampu berinteraksi dengan budaya lain dan tetap menghargai kebinekaan budaya yang ada di negara kita. Poin penting pembelajar Pancasil dan Berkebinaan Global yaitu: Mengenal dan menghargai budaya, kemampuan berkomunikasi interkultural dan berinteraksi dengan sesama, dan refleksi dan tanggungjawab terhadap pengalaman kebinekaan.

3. Gotong Royong. Yaitu kemampuan pelajar Pancasila dalam melakukan kegiatan bersama-sama atau berkolaborasi dengan sukarela agar pekerjaan terasa ringan. Poin penting dari gotong royong ini adalah kolaborasi, kepedulian, dan berbagi.

4. Mandiri. Yaitu pelajar pancasila yang mampu mengatur dirinya sendiri dalam proses pembelajaran dan pengembangan diri. Poin pentingnya yaitu, kesadaran diri dengan situasi yang dihadapi dan regulasi diri.

5. Bernalar Kritis. Pembelajar Pancasila diharapkan memiliki penalaran yang kritis dalam proses pembelajaran dan mampu menalar secara kritis dan mampu menganalisis informasi secara kualitatif serta kuantitatif. Poin pentingnya adalah, mengolah informasi dan gagasan, menganalisis dan evaluasi penalaran, merefleksikan pemikiran dan proses berfikir, serta mengambil keputusan.

6. Kreatif. Pembelajar Pancasil diharapkan menjadi pembelajar yang mampu menghasilkan karya orisinal yang bermanfaat bagi orang banyak. Poin pentingnya yaitu, menghasilkan gagasan yang orisinal dan menghasilkan karya dan tindakan yang orisinal.

Selain pemaparan penting tentang profil Pembelajar Pancasila, dalam penjelasannya, Mr. Yo juga memberikan tugas setiap peserta untuk mendesain program pembelajaran berbentuk River of Learning.

Peserta diminta untuk mendesain pembelajaran dengan menggambar sebuah alur sungai di mana setiap Bab materi pembelajaran dalam satu tahun dibuat dalam bentuk perahu yang berada di sungai. Lalu, guru menggambarkan materi sub bab dalam bentuk pohon di samping sungai. Dan poin terpentingnya adalah membuat satu sub bab yang dianggap sesuai untuk siswa melakukan sebuah project yang memiliki profil karakter Pancasila.

Dalam kegiatan tersebut penulis memilih Unit 6: Double Lives yang merupakan materi dengan topik kriminal. Di sini penulis merencanakan untuk memberikan projek kepada siswa dalam bentuk Presentasi hasil wawancara. Rencana teknis atau instruksi yang diberikan kepada siswa adalah:

  1. Peserta didik diminta melakukan wawancara dengan orang terdekat untuk menanyakan beberapa pertanyaan terkait kriminallisasi di daerah sekitar tempat tinggal peserta didik.
  2. Peserta didik menyusun daftar pertanyaan sendiri sebelum melakukan wawancara.
  3. Peserta didik merekam proses wawancara dalam bentuk video.
  4. Peserta didik membuat presentasi hasil wawancara dengan ketentuan sebagai berikut: Membuat introduction yang memuat tujuan wawancara. Menampilkan daftar wawancara. Menampilkan bukti hasil wawancara yang berbentuk video. Menjelaskan proses wawancara. Membuat kesimpulan hasil wawancara.


Tentunya banyak manfaat yang didapatkan dari Professional Development tersebut diantaranya yaitu guru sebagai peserta akan lebih memahami perubahan yang terjadi dengan kurikulum nasional yang dalam wacana akan melakukan perubahan kurikulum yang menyesuaikan dengan pembelajaran abad 21 dan tetap menjunjung tinggi karakter pembelajar Pancasila. Dengan kegiatan tersebut guru dapat mengembangkan program pembelajaran dengan enam poin penting karakter pembelajar Pancasila yang dijelaskan di atas. 

Dalam presentasinya Mr. Yo telah memberikan materi terbaiknya dan mampu membuat kami para peserta banyak belajar serta beraktifitas. Namun sebagai evaluasi bahwa materi presentasi yang ditampilkan dalam bentuk power point presentation yang merupakan materi dari sumber aslinya, tulisan terlalu kecil sehingga kurang jelas dibaca oleh peserta. Mungkin akan lebih baik lagi jika Mr. Yo mengetik atau membuat ulang presentasinya sehingga akan lebih menarik dan jelas untuk dibaca.  




Previous Post
Next Post

An English teacher of SMA Puhua Purwokerto who wants to share every moment in life.

0 comments: